Jihad Kawin ala ISIS, Anak Dwi Djoko yang Kecil Ditanya Kapan Haid

BATAMCLICK.COM: Mantan Direktur PTSP Badan Pengusahaan Batam Dwi Djoko Wiwoho mengaku sangat menyesal bergabung dengan ISIS Suriah.

Ungkapan mantan Direktur Humas BP Batam ini, direkam dalam video penyesalan para relawan ISIS yang berhasil kabur dan diselamatkan hingga akhirnya dikembalikan ke Indonesia.

“Semua yang ditawarkan mereka (ISIS) itu kebohongan katanya di sana ada sekolah gratis, hidup akan lebih nyamam dan terjamin, tapi kenyataannya semua bertolak belakang,” ungkap Dwi Djoko Wiwoho.

Bahkan menurutnya, ISIS adalah ajaran yang menebat kebencian dan kekerasan.

“Semua menjadi masalah di sana, apalagi kalau urusan wanita ya, dengan alasan jihat nikah, mereka ingin menguasai semua wanita, bahkan anak saya yang paling kecil saja ditanyain kapan haidnya, kalau sudah haid, kasih tahu ya, biar bisa dinikahkan,” ungkap Djoko sembari memegang keningnya menahan kepahitan yang ia alami saat di Suriah bersama ISIS.

Sepweti diketahui, Djoko berangkat ke Suriah Agustus 2015 bersama istrinya serta tiga putrinya, Syarafina Nailah, Nurshadrina Khairadhania, dan Tarisha Aqila Qanita ke wilayah konflik tersebut.

Menurut laporan AFP, ada 16 warga negara Indonesia yang berhasil diselamatkan dari markas ISIS di Raqqa dan dibawz ke kamp yang jaraknya 50 kilometer di utara Raqa.

Ke-16 orang itu terdiri dari delapan wanita, lima laki-laki dan tiga anak-anak.

Nur yang di Batam dikenal dengan nama Dania menceritakan pengalaman mereka sekeluarga berangkat ke Suriah dengan berbagai iming-iming manis.

Dania mengatakan bahwa dia dan keluarganya mengharapkan kerabat laki-laki mereka yang ikut ke Raqa mendapat pekerjaan.

Tapi ketika mereka tiba, mereka diberi tahu bahwa semua orang berkewajiban untuk bergabung dalam tentara ISIS.

Pada 13 Agustus lalu, beredar informasi jika 18 WNI kemudian berhasil menyeberang ke wilayah Irak setelah diselamatkan oleh pasukan Kurdi yang berperang melawan ISIS.

Mereka langsung dipulangkan menggunakan Qatar Airways dari Bandara Erbil, Irak Utara menuju Doha dan kemudian transit ke Jakarta.

Menurut data penerbangan Bandara Erbil, Qatar Airways menuju Doha berangkat Sabtu (18/8/2017) pagi, pukul 11.30 waktu setempat, menggunakan pesawat dengan nomor penerbangan QR 453.

Djoko dan keluarga mendarat di Bandara Soekarno Hatta Tanggerang sekitar pukul 15.15 WIB.

Begitu pesawat mendarat, para WNI asal Suriah itu langsung dijemput menggunakan tangga dan dibawa masuk ke mobil minibus dan dijaga ketat oleh sejumlah petugas Densus 88.

Rombongan ini kemudian dibawa ke Markas Brimob Kelapa Dua, Depok.

Sejak itu, tidak ada informasi terkait 18 orang ini, termasuk, apakah seluruh keluarga Djoko selamat semuanya pulang ke Indonesia

Namun, Senin (11/8/2017) lalu, muncul video yang diunggah Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) melalui akun DamailahRI.
Beberapa orang yang diawancara termasuk Dwi Djoko Wiwoho dan dua anaknya, Syarafina Nailah, Nurshadrina Khairadhania serta korban lain, Heru Kurnia, Sulthan Zufar Kurniaputra, Fauzakatri serta Difansa.

Sepertinya, wawancara dilakukan di dua waktu yang berbeda dilihat dari penampilan mereka.

Dari wawancara tersebut, mereka menceritakan bagaimana mereka tertipu dari bujukan awal yang faktanya sama sekali tidak ditemukan di Suriah.

Menurut Djoko, di lingkungan SIS itu, hampir tiap hari ada perkelahian sesama mereka oleh karena hal-hal yang kecil-kecil.

Para pria, dalam pikirannya hanya menikah. “Ketika kami datang, mereka selalu menanyakan anak saya yang bungsu untuk dinikahi. Mereka selalu bertanya, kapan dia haid..,” kata Djoko.

Djoko terlihat begitu terluka ketika mengatakan bahwa dirinya sudah mengecewakan keluarganya.

Di bagian akhir video terlihat para korban ISIS ini dipertemukan dengan keluarga mereka.

Djoko terlihat menangis memeluk ayah dan ibunya.

Sumber: Tribun News

Batam Click

PT. Batam Click One

Mungkin Anda juga menyukai