Dwi Ria Latifa Prihatin Kapal Polda Kepri Bocor

BATAMCLICK.COM: Tingginya tingkat kriminalitas di Kepri jelas berimbas pada padatnya warga ninaan yang ada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Dari 100 persen penghuni Lapas, 70 persen diantaranya tersandung kasus narkoba. Kasus yang saat ini menjadi perhatian khusus dari Pemerintahan Republik Indinesia. Karena narkoba cepat berkembang dan dapat menghancurkan bangsa.

Momok itu yang kini memjadi perhatian para wakil rakyat. Sejumlah wacana penanganan terhadap pelaku dan korban narkoba pun dibahas, salaj satunya penanganan bagi mereka yang diketahui pecandu narkoba tahap awal.

 iklan

“Kami lagi membahas RUU di DPR RI, tentang penanganan kasus narkoba, karena kami tak ingin mereka yang baru menggunakam narkoba dan tertangkap, dijebloskan ke penjara yang sama dengan gemnong narkoba, sebab akan berbahaya dan membuat dia dapat belajar cara-cara mengedarkan narkoba,” ungkap Dwi Ria Latifa, anggota KOMISI III DPR RI bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, dan Keamanan, saat kunjungan kerja ke Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (11/8/2017).

Ria mengaku, dalam beberapa rapat kerja yang dihadirinya dengan pihak Polda Kepri, diketahui kalau tindak kriminal tertinggi di Kepri adalah kasus narkoba yang mencapai jingga 70 persen.

“Dan ini sebemarnya bukan hanya di Kepri saja, tapi hampir di seluruh daerah di Indonesia,” sebutnya.

Oleh karena itu, anggota DPR RI dari Fraksi PDIP ini ingin mengusulkan pembangunan satu Lapas khusus narkoba di Kepri dan itu terletak di Natuna.

“Tapi, tadi waktu saya ngobrol dengan Wakapolres (Kompol Alfis Madan) ternyata di Natuna ini kasus narkobanya tidak banyak, tapi tetap saja kita usulkan nanti, namun sifatnya umum, karema Natuna hingga saat ini belum memiliki Lapas,” jelas Ria.

Sebagai catatan, saat ini setiap pelaku kriminal yang telah divonis oleh Pengadilan Negeri Ranai, maka narapidana tersebut dibawa ke Lapas Batam ataupun Lapas Tanjungpinang. Hal ini terang memakan waktu dan biaya yang tinggi.

“Jadi kalau di Natuna ini ada Lapas sendiri, nggak perlu lagi bawa narapodana ke Batam dan Tanjungpinang, karena resiko membawa seorang narapidana saja sangat besar, apalagi kalau jumlahnya sampai beladan,” paparnya.

Selain rencana pembangunan Lapas, Dwi Ria Latifa juga akan memprioritaskan usulan Kapolda Kepri untuk melengkapi armadanya dengan kapal laut.

“Sangat ironis, Polda Kepri yang wilayah hukumnya lebih luas laut tapi hanya memiliki satu unit kapal, bocor pula,” sambungnya.

Banyak hal juga disampaikan anggota dewan asal Kepri ini, termasuk pembangunan fisik.(Rikyrinovsky)