Pacaran di Semak-semak, Honorer Kelurahan Dibungkus Warga (Kepri)

BATAMCLICK.COM: Sensasi pacara di semak-semak nan sepi berpanorama arak-arakan awan di angkasa, ternyata menjadi kenikmatan tersendiri bagi pasangan PNS Ini. Tanpa terasa, meski di dada muncul rasa was-was dipergoki orang, rok dam celana sejoli ini pun jadi alas biar tak gatel ditempelin miang rumput.

Tapi apes benar-benar apes. Lagi full max berpacu layaknya Valentino Rossi bertarung di Moto GP. Eh… “Mesin motornya mati mendadak” karena didatangi warga. “mati anak cebong”.

Pasangan mesum ini pun down total… Keringat sehat langsung berubah jadi keringat jagung, mata yang tadinya pejem melek pun mendadak terbelalak.

“Rak tahu malu, bikin kotor kampung saja,” bentak salah seorang warga Senubing RT 02/RW 04 Kecamatan Bunguran Timur, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau.

Keduanya pun diminta untuk mengenakan bajunya lagi dan digelandang warga ke rumah RW setempat. Saat ditanya warga, pasangan mesum yang terakhir diketahui berinisial My (29) dan Ey, mengaku sebagai staf honorer Kantor Lurah Bandarsyah.

Menurut keterangan Mis (35), salah seorang warga setempat yang juga ikut menangkap, warga sempat mendapat perlawanan dari kedua pasangan mesum tersebut. Dengan demikian, akhirnya warga mengambil langkah menghubungi Satpol PP untuk diproses.

”Mereka melawan dan tidak mengakui perbuatannya, akhirnya kami lapor ke Satpol PP supaya diproses. mereka juga sempat mau kabur, tapi kami tahan,” jelas Mis.

Sebelumnya, warga sudah curiga dengan Kedua pasangan itu. Pasalnya sudah hampir satu tahun setiap harinya motor terparkir tidak jauh dari semak-semak tempat pasangan tersebut berbuat mesum.

“Mungkin sudah satu tahun mereka pergi ke tempat itu, dan kami sudah tidak tahan lagi akhirnya kami ajak warga lainnya untuk tangkap itu orang,” ungkap Mis.

Saat ditangkap, kedua pasangan itu tidak menggunakan pakaian alias separuh telanjang.

“Yang satu tidak menggunakan baju, dan yang satu lagi tidak menggunakan celana. Itu kan sama aja dengan telanjang bugil,” ungkap kekesalan Muhadi warga lainnya.

Sementara itu, Lurah Bandarsyah Tri Wira Hadiatma mengaku terkejut dengan perbuatan yang dilakukan oleh stafnya. Menurutnya, hal ini sudah di luar batas.

”Kami malu sebagai Lurah di situ, imbasnya pasti di kantor. Saya harap tidak terulang lagi kejadian yang sama,” ujar Wira.

Terkait sanksi yang diberikan, kedepannya akan dilakukan perundingan antara Lurah bersama rekan kantor guna memberikan efek jera bagi tersangka.

Namun kata wira, Sanksi yang terberat bisa di pecat dari pekerjaannya, terlebih hanya menyandang jabatan penerima surat (Honor Kantor)

”Dia (EY) bagian penerima surat. Kalau sanksi kami akan berunding bersama rekan-rekan kantor, untuk ancaman ter beratnya bisa di pecat. Terlebih dia belum PNS dan juga belum PTT hanya honor kantor,” jelas Wira.(*)

‎Sumber dan foto : delta kepri‎